Curhatan Kecil Ketum IKMAL Menjelang Pileg Langkaplancar 2019

Untuk membuka tulisan ini mari kita berangkat dari sebuah pengertian etimologis sederhana “Partai berasal dari bahasa latin “partire”, yang bermakna membagi” yang dikemukakan oleh Maksudi pada tahun 2015. Selanjutnya mungkin orang awam akan bertanya apa yang kira-kira yang dibagikan?

 

Jauh sebelum saya dan anda–pembaca sekalian–lahir, Aristoteles bersabda “politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama”

 

Mungkin kalaulah saya diperbolehkan berekspresi memblender pengertian partai dan politik diatas dalam satu kalimat, rasanya mungkin akan seperti ini. Partai politik adalah  pembagian usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Dari sudut pandang yang lebih formal,

UU No. 2 Tahun 2011 memeberikan penjelasan kepada kita bahwa, Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menyoal sedikit fungsi partai politik,

Partai politik antara lain berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas, penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat, sarana partisipasi politik warga negara Indonesia, dan sebagainya.

 

Sedikit ulasan diatas mungkin bisa menjadikan acuan yang kita sepakati untuk menilai dan meninjau kinerja suatu partai politik. Kalaulah partai politik tidak membuat masyarakat bersatu tapi malah bercerai berai dan saling bermusuhan, artinya partai sudah melenceng dari kodratnya dan secara aturan main, sudah melanggar konstitusi negara. Kalau sudah seperti itu, ya kebumikan saja, jangan ada partai politik.

Dari sudut kamar dipinggir jalan raya Pangkalan, Langkaplancar saya berkontemplasi, kenapa Giovanni Sartori mengartikan partai politik yaitu kelompok politik apa saja yang ikut serta dalam pemilihan umum dan mampu menempatkan orang-orangnya dalam jabatan-jabatan politik. Hasil renungan itu saya hubungkan dengan kontek jejak rekam parpol belakangan ini yang nyatanya memang seperti itu. Hanya ada ketika momentum pemilihan, dan hanya memikirkan jabatan dan kekuasaan belaka. Mungkin ini salah satu buah revolusi yang sudah mulai terlihat masamnya. Kalau saya boleh katakan, parpol sedang krisis kesadaran, yang terkadang membuatnya lupa kemanusiaan. Hoax dan fitnah saling ditembakkan tak peduli perasaan orang yang disudutkan nya.

Ngeri sungguh ngeri, untuk merubah sebuah tatanan, perlu dimulai dari diri sendiri, dari halaman rumah sendiri, dari kampung sendiri, sebelum nanti diekspor ke skala yang lebih luas.

Mahasiswa, hai mahasiswa. Dimanapun kalian berada, setelah mendapat pencerahan dimenara gading perguruan tinggi tengoklah sesekali masyarakat dan keluh kesahnya. Berpartisipasilah dalam melindungi tanah masing-masing dari serangan lima tahunan para politikus. Jangan biarkan mereka membodohi rakyat begitu saja. Ditengah hari ini partai politik tidak mampu berperan sebagai mana mestinya, mencerdaskan masyarakat di sektor politik, malah sesekali ada yang mencerdasi rakyat, ayo segera pulang mahasiswa. Jadilah agent of social control yang sesungguhnya. Kita lindungi langkaplancar dari potensi destruksi yang berlabel kontruksi. Saya atas nama ketua Ikatan Mahasiswa Langkaplancar, menantang seluruh mahasiswa Pangandaran untuk menunjukan kemampuan dan kepekaannya berperan aktif melindungi  rakyat di kecamatannya masing-masing dari siasat-siasat jahat yang mengintai. Jangan hanya menjadi timses yang senang dibayar dengan lembar recehan.

Hati kecil saya berkata dengan sedikit ragu-ragu, di Kabupaten Pangandaran semua partai politiknya baik dan benar-benar baik, pimpinan parpolnya semua jujur dan amanah. Siap saling membangun dan tidak menjatuhkan

Wassalam

 

Imam F. Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *