IKMAL Peringatkan Jokowi, Menteri Kelautan Harga Mati untuk “SUSI”

Mentri Kelautan dan Perikanan harga mati untuk Susi Pudjiastuti.

Bukan tanpa alasan, kami dari IKMAL (Ikatan Mahasiswa Langkaplancar) menyatakan sikap demikian. Dari hasil kajian sederhana yang kami lakukan dengan metode komparatif. Dimana semua mentri kelautan indonesia, kami perbandingan dengan mentracking jejak rekamnya dari berbagai sumber selama menjabat. Hasilnya ada 5 hal yang kami simpulkan secara proporsional. Presiden Jokowi kami yakinkan dalam periode ke duanya akan gagal mengurus laut dan banyak dicibir oleh masyarakat apabila memilih orang lain untuk menjadi mentri kelautan dan perikanan. Kelima hal itu adalah,

1. Dr. (HC) Susi Pudjiastuti telah membuktikan kepada Indonesia, bahkan kepada dunia bahwa dia layak disebut wonderwomen dengan setumpuk prestasi–yang bisa jadi–dia tidak pernah membayangkan itu semua. Mengingat dulu ketika awal dilantik menjadi mentri, beliau banyak dicibir dan dipandang remeh gara-gara status pendidikannya yang hanya tamatan SMA, itu pun hanya paket c. Indonesia hari ini sedang butuh butuhnya sosok seperti beliau. Pekerja keras, inspiratif, profesional dan tangguh.

2. Beliau lahir dan dibesarkan diberanda samudera. Air laut sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengannya. Pantai Pangandaran dan sekitarnya bak taman bermain dan tempat menggantungkan hidup. Pepatah bijak mengatakan, barang siapa menyerahkan suatu pekerjaan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Kita tidak ingin laut Indonesia yang sangat luas dan kaya ini dipercayakan kepada orang yang tidak tepat. Ikannya dibiarkan dibajak negara lain, batas wilayah lautnya dibiarkan terbuka lebar tanpa pengamanan, kapal-kapal pencuri ikan tidak dihancurkan. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Natune menunjukkan bahwa kebijakan agresif Susi terhadap penangkapan ikan ilegal telah mengurangi upaya tangkap sebesar 25% dan berpotensi menambah jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%. Sejauh ini, perempuan kelahiran 1965 itulah orang yang paling tepat dan berani menjaga teritorial bahari Indonesia tanpa takut diancam siapapun. Tenggelamkan

3. Urusan kebutuhan hidup, beliau pengusaha tulen yang sudah mencapai status konglomerat sebelum diangkat jadi Mentri. Beliau Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air yang sudah mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 185 pilot. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

4. Beliau adalah sosok yang mudah sekali bergaul dengan masyarakat. Ketika sudah bersama rakyat terutama para nelayan, seolah segala bentuk SOP protokoler pengaman mentri, ia tidak hiraukan. Kita anggap luarbiasa, karena itu adalah karakter asli beliau, dan Indonesia membutuhkan orang-orang dengan karakter seperti ini yang memimpin. Tidak hanya asal jadi, dilantik, kemudian berpenampilan serba mewah dan mengumankan masyarakat dikemudian hari.

5. Beliau pun sendiri sudah menyatakan kesiapannya apabila dipilih oleh presiden kembali menjadi menteri kelautan dan perikanan.

Sebagai penutup, IKMAL (Ikatan Mahasiswa Langkaplancar) mengajak seluruh masyarakat indonesia khususnya kabupaten Pangandaran dan sekitarnya untuk sama-sama mendukung kembali Susi Pudjiastuti menjadi mentri kelautan dan perikanan republik Indonesia periode 2019-2024. Merdeka !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *