Sejarah IKMAL

IKMAL- Ikatan Mahasiswa Langkaplancar

Adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang ada di kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran yang berfungsi untuk menyambung silaturahmi dan silatulfahmi antar mahasiswa. Dibentuk atas dasar tridarma perguruan tinggi yang meliputi 3 point inti yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Pembentukan IKMAL berawal dari kebingungan mahasiswa yang belum mampu mentransformasikan hasil pembelajarannya di bangku kuliah dan disaat masyarakat menantikan peran mahasiswa sebagai produk dari perguruan tinggi yang dimata masyarakat merupakan manusia serbaguna dan serbabisa, sehingga pada 23 juni 2017 untuk mewadahi mahasiswa yang ada, diinisiasilah sebuah grup WhatsApp oleh Imam Farid yang hanya beranggotakan beberapa orang. Seolah-olah sebuah virus yang rakus, grup yang diberinama Forum Silaturahmi (FOSIL) ini dengan cepat menjaring mahasiswa-mahasiswa lain yang ada di kecamatan langkaplancar. Tidak lama setelah grup ini dibuat, lahirlah dorongan anggota grup untuk melakukan pertemuan langsung di darat. Disepakatilah aula kecamatan langkaplancar sebagai center poin untuk berkumpul. Waktu itu, seolah-olah alam memang mendukung dan setuju akan hadirnya FOSIL ini, proses perijinan meminjam tempat pun tidak mengalami kendala apapun. Dengan segala pertimbangan yang ada, ke-23 orang mahasiswa yang hadir waktu itu dari total anggota grup sekitar 50an orang bermupakat untuk mendekalarasikan diri sebagai organisasi mahasiswa yang independen. atas dasa musyawarah pada waktu itu, tepatnya hari Kamis, 29 juni 2017 grup FOSIL bertransformasi menjadi IKMAL (Ikatan Mahasiswa Langaplancar). Ibarat kapal, tidak mungkin berjalan tanpa adanya nahkoda. Maka, dibentuklah susunan kepengurusan secara sederhana dengan susunan sebagai berikut:

Ketua: Imam Farid Muslim (UNSIL)

Sekretaris: 1. Sri Tati Anwar (UPI Tasik) 2. Ehan N (IPB)

Bendahara: 1. Riyanti P (UNIKOM BDG) 2. Diki W (UNSIL)

Koordinator desa: Salim (STISIP Banjar)

Untuk memberi ke-khas-an pada IKMAL, dirumuskanlan beberapa kata sakti yang kemudian dijadikan moto sekaligus identitas dalam pergerakan IKMAL. hasil perumusan itu ialah TRIMOTO IKMAL yang berisikan;

Berdaya saing – Berdaya guna – Berdaya juang (SGJ)

Dengan harapan ketiga nilai itu bisa diimplementasikan dan dijiwai oleh seluruh anggota dalam kehidupan sehari-hari. karena kalau dikorelasikan dengan tridarma perguruan tinggi, ketiga nilai ini tidak bertentangan melainkan saling mendukung satu sama lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *