Mengenal Sosok Sekertais IKMAL

Namanya adalah Sri Tati Anwar, familiar dipanggil tati atau sri, kalau di lingkungan kampus sering dipanggil “ceu tati”. Ia lahir bertepatan dengan diperingatinya hari lahir pancasila Republik Indonesia yaitu 1 Juni 1995, Ciamis menjadi tempat ia dilahirkan dari rahim ibu yang bernama Yeni Nuryani dan ayahanda yang akrab dipanggilnya “Babeh” bernama Wawan Anwar Mujahid. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara, adik kandungnya bernama Iwan Sutiawan yang sekarang berada dibangku MAN 2 Pangandaran, sosok adiknya ini seringkali menjadi bulan-bulanan kakanya, karena hanya ada dua anak dalam keluarganya, adiknya yang suka mengikuti kegiatan PMR (Palang Merah Remaja) ini sukses membuat keluarga terperangah ketika dia tak mampu mengobati lukanya sendiri saat cedera, lucu memang hiks. Kedua orangtuanya berprofesi sebagai petani yang sukses mengkuliahkan ia di salah satu Perguruan Tinggi Negeri ke 10 terbaik di Indonesia.

Masa kecilnya dihabiskan dikampung halaman tercinta yaitu Dusun Citarunggang, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkap Lancar, mengenya pendidikan dasar di Taman Al-Quran serta Madrasah Ibtidaiah Negri Pangkalan 1(MIN PANGKALAN 1) tak ada yang spesial dari masa kecilnya, dia periang, bawel, dan centil juga sedikit tomboy, ia mempunyai mimpi yang relatif sama dengan temannya, ia suka sekali bermain, beberapa kali ia bermain sampai larut malam, alhasil ia di marahi habis-habisan wkwkwkw. Ia suka sekali dengan volly dan sempat beberapa kali mendapatkan kejuaraan. Keinginan untuk merubah pola hidup yang lebih baik ia temui dibangku sekolah menengah pertama yaitu MTs.NU Al-Hamdiyah, ia sadar bahwa ia bukan terlahir dari keluarga kaya raya yang bisa dengan mudah memfasilitasi kehidupannya, dari sana ia bertekad untuk berkuliah, sampai di bangku sekolah menengah atas Madrasah Aliyah Negeri Pangkalan yang sekarang menjadi MAN 2 Pangandaran ia bertekad untuk berkuliah tak peduli apapun jurusannya asalkan kuliah. Dimasa MAN, kegiatan favorit yang diikutinya adalah Paskibra dan Pramuka serta Osis, di paskibra ia sempat menjadi BAKOR (Badan Koordinator) wilayah Pangandaran dengan bidang kecabangannya PAMPAS (Pengamanan Paskibra). Keinginannya kuliah akhirnya terwujud dengan diterimanya dia di UPI Kampus Daerah Tasikmalaya Jurusan PGPAUD, walaupun sangat berbanding terbalik dengan kepribadinnya di masa MAN, tidak menyurutkan keinginannya untuk menjadi Sarjana, dibangku kuliah ia sering mengikuti kegiatan kemahasisawaan dan sempat mengikuti HIMA (Himpunan Mahasiswa) PGPAUD, DPM REMA Periode 2017-2018 dan MPM REMA Periode 2017-2018, ia juga mengikuti beberapa komunitas yang ada di Kota Tasikmalaya. Dalam ranah keguruan, ia seringkali bimbang dan dihantui pertanyaan tentang apakah bisa jadi guru PAUD? Apa enaknya jadi guru? Apa passion nya dapat dikembangkan hanya dengan menjadi guru? Sampai saat ini ia masih mencari jawaban akan pertanyaana tersebut, satu hal yang ia rasakan bahwa nikatnya menjadi guru PAUD adalah ketika mendapat pelukan dan senyum hangat di pagi hari saat menyambut anak, serta saat anak mendapatkan pengalaman baru dari apa yang kita sampaikan, menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang guru. Untuk memuaskan idealismenya dikampung halaman, ia bergabung dengan IKMAL (Ikatan Mahasiswa Langkaplancar), banyak ilmu dan pengalama baru yang dipeoleh dia.

Terakhir ia sangat suka dengan ujar yang terlontar dari salah satu pahlawan indonesia yaitu Muhammad Natsir “Untuk Mencapai Sesustu Harus Diperjuangkan Dulu Seperti Mengambil Buah Kelapa, dan Tidak Menunggu Saja Seperti Jatuh Durian yang Telah Masak”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *